PERISTIWASEKITARJAMBI, JAMBI– Berperan aktif dalam membangun ekosistem informasi yang sehat. Literasi keuangan dan literasi digital harus menjadi bagian dari kesadaran kolektif agar publik tidak mudah terjebak dalam narasi yang tidak berbasis fakta.
Gangguan sistem seharusnya dipahami sebagai bagian dari dinamika transformasi digital, bukan sebagai indikator kegagalan institusi. Pemahaman yang keliru terhadap hal ini dapat memicu kepanikan yang tidak perlu dan berpotensi merugikan banyak pihak, termasuk masyarakat itu sendiri sebagai pengguna layanan.
Oleh karena itu, sudah saatnya publik membangun cara pandang yang lebih dewasa dalam menyikapi isu-isu perbankan digital. Kritik tetap diperlukan, tetapi harus disertai dengan pemahaman yang memadai terhadap konteks teknis dan sistem yang bekerja di balik layanan tersebut.
Pada akhirnya, stabilitas sistem keuangan tidak hanya ditentukan oleh kekuatan teknologi dan institusi, tetapi juga oleh kualitas pemahaman publik dalam merespons setiap dinamika yang terjadi. Dalam dunia yang semakin digital ini, ketenangan berpikir dan kejernihan informasi menjadi bagian penting dari ketahanan sosial kita bersama. (*)





















Discussion about this post