PERISTIWASEKITARJAMBI.COM, JAMBI – Suasana duka masih menyelimuti keluarga almarhum Peko Pradana. Di tengah kehilangan tersebut, keluarga menyampaikan apresiasi atas kepedulian keluarga besar Jamtos yang menggelar yasinan dan tahlil untuk mendoakan almarhum.
Bastian, selaku paman Peko Pradana, menyampaikan terima kasih kepada keluarga besar Jamtos yang telah memberikan perhatian kepada almarhum dan keluarga.
āAlhamdulillah, malam hari ini kami diundang oleh pihak keluarga Jamtos dalam rangka acara yasinan dan tahlil. Ini merupakan sesuatu yang luar biasa bagi keluarga kami. Kami mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya atas kepedulian keluarga besar Jamtos kepada keponakan kami, almarhum Peko,ā ujar Bastian. Selasa (6/10/26) malam.
Menurut Bastian, doa dan yasinan yang dilaksanakan tersebut diharapkan menjadi amal ibadah sekaligus memberikan ketenangan bagi almarhum.
āMudah-mudahan amal ibadah yang sudah dilaksanakan pada malam hari ini dapat menenangkan almarhum keponakan kami, Peko, dan ditempatkan di sisi Allah Subhanahu wa Ta’ala. Niat baik dari seluruh karyawan Jamtos kami ucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya,ā katanya.
Bastian juga mengenang Peko sebagai sosok yang memiliki tempat khusus di tengah keluarga. Ia menyebut Peko bukan hanya seorang keponakan, tetapi juga menjadi panutan bagi anggota keluarga lainnya.
āBeliau merupakan sosok yang luar biasa bagi kami keluarga. Tidak ada kata yang susah untuk menggambarkan beliau. Beliau sebagai panutan bagi kami seluruh keluarga. Banyak dari keponakan-keponakan kami belajar dari sifat-sifat beliau, adab dan sopan santun beliau yang luar biasa,ā ungkapnya.
Peko Pradana diketahui mengembuskan napas terakhir pada Senin dini hari sekitar pukul 02.20 WIB di Rumah Sakit Siloam Jambi. Sebelumnya, Peko sempat menjalani perawatan di Rumah Sakit Kambang sebelum akhirnya dirujuk ke Rumah Sakit Siloam Jambi.
Jenazah Peko kemudian dimakamkan di Kota Sungai Penuh pada Senin (5/10/26) setelah shalat Ashar.
Bastian mengatakan, kepergian Peko menjadi pukulan berat bagi keluarga. Terlebih, almarhum meninggalkan seorang anak yang masih berusia tujuh tahun dan duduk di bangku Sekolah Dasar (SD).
āAnak beliau masih berusia tujuh tahun, sekarang duduk di kelas II SD. Saat berusia enam bulan, anak ini sudah ditinggalkan oleh ibundanya. Dan sekarang kembali harus ditinggalkan oleh ayahnya,ā tutur Bastian.
Ia berharap anak almarhum kelak mampu tumbuh menjadi pribadi yang baik dan dapat berbakti kepada bangsa dan negara.
āSemoga ini ada hikmahnya. Kami berharap doa dari semuanya agar anak ini dapat berbakti kepada nusa dan bangsa. Itu harapan kami,ā ujarnya.
Yang membuat keluarga semakin terpukul, Peko disebut telah mempersiapkan rencana pernikahan pada tanggal 10 bulan ini. Undangan bahkan telah disiapkan. Namun, rencana tersebut tidak sempat terlaksana karena Peko lebih dahulu dipanggil oleh Tuhan Yang Maha Esa.
Kondisi Korban Lain Mulai Membaik
Sementara itu, Yuliana, istri salah satu korban Luka bernama Deni menyampaikan kondisi suaminya yang saat ini masih menjalani perawatan di Rumah Sakit Kambang.
Menurut Yuliana, kondisi Deni berangsur membaik dan sebagian luka yang dideritanya mulai mengering.
āSekarang luka suami sebagian sudah kering. Ini masih berproses untuk sembuh,ā kata Yuliana.
Ia juga menyampaikan rasa syukur atas perhatian yang diberikan Jamtos kepada suaminya selama menjalani perawatan.
āAlhamdulillah, selama ini kami rasakan perhatian Jamtos selalu ada selama kami membutuhkan,ā ujarnya.
Manager Jamtos, Robi, menyampaikan belasungkawa mendalam atas meninggalnya Peko Pradana. Ia mengatakan keluarga besar Jamtos akan terus memberikan perhatian kepada para korban yang masih menjalani perawatan.
āKami segenap keluarga besar Jamtos mengucapkan turut berduka cita sedalam-dalamnya atas meninggalnya saudara Peko Pradana,ā ujar Robi.
āSemoga almarhum mendapatkan tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa dan bagi keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan serta ketabahan,ā sambungnya.
Robi menambahkan, pihak Jamtos juga terus memantau kondisi rekan-rekan mereka yang masih menjalani proses pemulihan.
āKami terus monitor kondisi rekan-rekan dalam menjalani proses penyembuhan. Mohon doanya agar rekan-rekan kita segera pulih dan dapat beraktivitas kembali,ā pungkasnya. (*)





















Discussion about this post